Senin, 30 Desember 2013

Resume jurnal (tugas dari ibu Restiana)



RESUME JURNAL
Pulau Karimunjawa merupakan sebuah pulau dimana terletak di Kabupaten Dati II Jepara. Pulau ini memiliki Taman Nasional Laut karena potensi yang cukup bagus. Masyarakat disana kebanyakan bekerja sebagai nelayan, namun untuk pekerjaan sambilan mereka menjadi petani rumput laut. Dalam melakukan kegiatan rumput laut hal penting yang dilakukan pertama adalah menentukan lokasi yang cocok untuk budidaya. Namun tidak semua tempat cocok untuk dijadikan lokasi budidaya. Oleh karena itu dalam jurnal yang saya resume ini membahas mengenai Kesesuaian Perairan Pulau Karimunjawa Dan Pulau Kemujan Sebagai Lahan Budidaya Rumput Laut Menggunakan Sistem Informasi Geografi. Jurnal ini telah dilakukan penelitian oleh Staf Pengajar dari FPIK Unviversitas Diponegoro.
Penelitian yang telah dilakukan pada tahun 2005 ini menggunakan dua data, yaitu data primer dan sekunder. Untuk data primer diperoleh dari hasil survey langsung ke lapangan, terdapat 3 titik yaitu sebelah barat Pulau Karimunjawa yaitu perairan Legonboyo, sebelah timur yaitu perairan Jelamun, dan sebelah utara Pulau Kemujan yaitu perairan Telaga. Sedangkan data sekunder yaitu berasal dari data peta dari intrepetasi Satelit Citra Landsat ETM 7, maupun dari data penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.
Hasil yang diperoleh yaitu perairan sebelah utara pulau Kemujan yaitu perairan Telaga adalah area yang paling sesuai untuk pengembangan budidaya rumput laut, jika dibandingkan dengan perairan pulau Karimunjawa berdasarkan kualitas perairan yang dimilikinya. Untuk perairan sebelah barat pulau Karimunjawa yaitu perairan Legonboyo lebih sesuai sebagai lahan pengembangan
budidaya rumput laut berdasarkan kualitas perairannya daripada perairan sebelah
timur pulau Karimunjawa yaitu perairan Jelamun. Kendala utama kurang sesuainya perairan Jelamun untuk budidaya rumput laut dikarenakan lokasinya yang terbuka dan tinggi gelombang besar pada saat terjadi musim pancaroba II (September – November). Perairan telaga mempunyai luas wilayah yang paling besar bagi pengembangan budidaya rumput laut dengan menggunakan semua metode tanam, baik metode apung (16 ha), lepas dasar (27 ha), ataupun tanam dasar 26 ha). Sebagian kecil perairan pulau Karimunjawa sebelah barat (perairan Legonboyo) sesuai untuk dikembangkan sebagai lahan budidaya rumput laut dengan menggunakan semua metode tanam, yaitu metode apung (15 ha), lepas dasar (10 ha) dan tanam dasar (6 ha), sedangkan perairan pulau Karimunjawa sebelah timur (perairan Jelamun) hanya sesuai bila digunakan untuk budidaya rumput laut dengan metode apung (11 ha) dan lepas dasar (5 ha).

            Menurut saya jurnal ini merupakan suatu langkah yang menunjukkan kemajuan dalam sektor perikanan. Dibuktikan dengan cara pemilihan lokasi yang lebih maju dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis, yang didalam jurnal ini terdapat data yang diperoleh dari Satelit Citra Landsat ETM 7. Dalam jurnal ini terdapat data-data yang didalamnya termasuk dominasi wilayah, hasil pengukuran baik kecepatan arus, tinggi gelombang, suhu, pH, salinitas, oksigen terlarut atau DO, karbondioksida atau CO2, kandungan nitrat, kandungan fosfat, kandungan klorofil-a, kecerahan, metode yang dapat digunakan, serta perkiraan hasil produksi rumput laut. Kelengkapan data dari jurnal ini yang membuat saya yakin jurnal ini mengandung data yang lengkap dan akurat. Sehingga menurut saya jurnal ini merupakan jurnal yang berbobot dan dapat dijadikan referensi untuk para pembudidaya rumput laut agar dapat memilih lokasi yang bagus untuk budidata rumput laut.

Resume jurnal dari :
Ariyati, Restiana Wisnu, Lachmuddin Sya’rani, dan Endang Arini. 2007. Analisis Kesesuaian Perairan Pulau Karimunjawa Dan Pulau Kemujan Sebagai Lahan Budidaya Rumput Laut Menggunakan Sistem Informasi Geografis. Jurnal Pasir Laut, Vol.3, No.1, Juli 2007 : 27-45.
Resume oleh : Hanifah (26010212110032)

Selasa, 17 Desember 2013

Review jurnal (tugas dari bpk Ristiawan)



Rumput laut merupakan salah satu komoditi di bidang budidaya perairan yang dibutuhkan baik untuk dalam negeri maupun ekspor. Jurnal ini meneliti bagaimana rumput laut dilakukan kultur jaringan dalam media yang berbeda agar lebih efisien yaitu media stoples dan botol. Spesies yang digunakan adalah Gracilaria verrucosa. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk memperoleh bibit rumput laut yang berkualitas baik yaitu menggunakan sistem kultur jaringan.
            Metode dalam penelitian yang dilakukan adalah talus G. verrucosa dibersihkan, kemudian dipotong sepanjang 1 cm, kemudian eksplan disterilisasikan dengan Betadine 1% dan campuran antibiotik 0,1%. Eksplan dimasukkan ke wadah dan diinkubasi di atas shaker, pada stoples diberi aerasi. Pemeliharaan selama 8 minggu.
            Hasil yang diperoleh yaitu panjang tunas dari wadah stoples dan botol hampir sama. Jumlah cabang lebih banyak pada wadah stoples. Jumlah tunas lebih tinggi sedikit dalam wadah stoples. Sedangkan sintasan lebih tinggi di wadah botol. Dengan demikian penggunaan stoples sebagai wadah dapat direkomendasikan untuk kultur jaringan Gracilaria verrucosa.
Review jurnal dari :
Fadilah, Siti, Rosmiati, dan Emma Suryati. 2010. Perbanyakan Rumput Laut (Gracilaria verrucosa) Dengan Kultur Jaringan Menggunakan Wadah Ynag Berbeda. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau.
Review oleh : Hanifah (26010212110032)

Sabtu, 07 Desember 2013

Manusia

Apa daya terkadang Tuhan memberikan apa yang kita inginkan bukan yang kita butuhkan, namun terkadang Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Hidup ini terkadang terasa tak adil, namun bagi Tuhan itulah yang terbaik untuk kita. Sebagai manusia kita hanya perlu berusaha semampu kita, dan adapun hasilnya nanti biarlah Tuhan yang menentukan :))

Rabu, 04 Desember 2013

I LOVE CHOIR

Choir memiliki arti yaitu paduan suara. Lebih luas lagi paduan suara adalah gabungan dari lebih dari 10 penyanyi yang bergabung untuk menyanyikan suatu lagu. Biasanya terdiri dari 4 tipe suara, terdiri dari 2 untuk pria dan 2 untuk wanita.
 Golongan untuk pria yaitu TENOR dan BASS, tenor untuk suara tinggi untuk pria dan bass suara rendah untuk pria. Golongan wanita yaitu SOPRAN dan ALTO, sopran untuk suara tinggi untuk wanita dan alto suara rendah untuk wanita. Untuk masing-masing suara ada suara 1 dan 2. Ada juga yang disebut MESO SOPRAN dan BARITON yaitu suara antara suara rendah dan tinggi.
Nah, di paduan suara ini hal yang membuat senang adalah mendengarkan harmonisasi dari 4 suara :) sungguh indah, apalagi kalau lagunya memang diaransemen dengan baik :D Hal inilah yang membuat saya menyukai choir. Kebetulan suara saya memang di range SOPRAN 1 walaupun lebih nyaman sopran 2. haha tapi itu ngga masalah, karna semua bisa dilatih :)) semangaaaat menyanyi. I LOVE CHOIR :D