RESUME JURNAL
Pulau Karimunjawa merupakan sebuah pulau
dimana terletak di Kabupaten Dati II Jepara. Pulau ini memiliki Taman Nasional
Laut karena potensi yang cukup bagus. Masyarakat disana kebanyakan bekerja
sebagai nelayan, namun untuk pekerjaan sambilan mereka menjadi petani rumput
laut. Dalam melakukan kegiatan rumput laut hal penting yang dilakukan pertama
adalah menentukan lokasi yang cocok untuk budidaya. Namun tidak semua tempat
cocok untuk dijadikan lokasi budidaya. Oleh karena itu dalam jurnal yang saya
resume ini membahas mengenai Kesesuaian
Perairan Pulau Karimunjawa Dan Pulau Kemujan Sebagai Lahan Budidaya Rumput Laut
Menggunakan Sistem Informasi Geografi. Jurnal ini telah dilakukan penelitian
oleh Staf Pengajar dari FPIK Unviversitas Diponegoro.
Penelitian yang telah dilakukan pada tahun 2005 ini
menggunakan dua data, yaitu data primer dan sekunder. Untuk data primer
diperoleh dari hasil survey langsung
ke lapangan, terdapat 3 titik yaitu sebelah barat Pulau
Karimunjawa yaitu perairan Legonboyo, sebelah timur yaitu perairan Jelamun, dan
sebelah utara Pulau Kemujan yaitu perairan Telaga. Sedangkan data sekunder
yaitu berasal dari data peta dari intrepetasi Satelit Citra Landsat ETM 7,
maupun dari data penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.
Hasil yang diperoleh yaitu perairan
sebelah utara pulau Kemujan yaitu perairan Telaga adalah area yang paling
sesuai untuk pengembangan budidaya rumput laut, jika dibandingkan dengan perairan
pulau Karimunjawa berdasarkan kualitas perairan yang dimilikinya. Untuk perairan
sebelah barat pulau Karimunjawa yaitu perairan Legonboyo lebih sesuai sebagai
lahan pengembangan
budidaya rumput laut berdasarkan kualitas perairannya daripada
perairan sebelah
timur pulau Karimunjawa yaitu perairan Jelamun. Kendala utama
kurang sesuainya perairan Jelamun untuk budidaya rumput laut dikarenakan
lokasinya yang terbuka dan tinggi gelombang besar pada saat terjadi musim
pancaroba II (September – November). Perairan telaga mempunyai luas wilayah
yang paling besar bagi pengembangan budidaya rumput laut dengan menggunakan
semua metode tanam, baik metode apung (16 ha), lepas dasar (27 ha), ataupun
tanam dasar 26 ha). Sebagian kecil perairan pulau Karimunjawa sebelah barat
(perairan Legonboyo) sesuai untuk dikembangkan sebagai lahan budidaya rumput
laut dengan menggunakan semua metode tanam, yaitu metode apung (15 ha), lepas
dasar (10 ha) dan tanam dasar (6 ha), sedangkan perairan pulau Karimunjawa
sebelah timur (perairan Jelamun) hanya sesuai bila digunakan untuk budidaya
rumput laut dengan metode apung (11 ha) dan lepas dasar (5 ha).
Menurut saya
jurnal ini merupakan suatu langkah yang menunjukkan kemajuan dalam sektor
perikanan. Dibuktikan dengan cara pemilihan lokasi yang lebih maju dengan
menggunakan Sistem Informasi Geografis, yang didalam jurnal ini terdapat data
yang diperoleh dari Satelit Citra Landsat ETM 7. Dalam jurnal ini terdapat
data-data yang didalamnya termasuk dominasi wilayah, hasil pengukuran baik kecepatan
arus, tinggi gelombang, suhu, pH, salinitas, oksigen terlarut atau DO,
karbondioksida atau CO2, kandungan nitrat, kandungan fosfat,
kandungan klorofil-a, kecerahan, metode yang dapat digunakan, serta perkiraan
hasil produksi rumput laut. Kelengkapan data dari jurnal ini yang membuat saya
yakin jurnal ini mengandung data yang lengkap dan akurat. Sehingga menurut saya
jurnal ini merupakan jurnal yang berbobot dan dapat dijadikan referensi untuk
para pembudidaya rumput laut agar dapat memilih lokasi yang bagus untuk
budidata rumput laut.
Resume jurnal dari :
Ariyati, Restiana Wisnu, Lachmuddin Sya’rani, dan
Endang Arini. 2007. Analisis
Kesesuaian Perairan Pulau Karimunjawa Dan Pulau Kemujan Sebagai Lahan Budidaya
Rumput Laut Menggunakan Sistem Informasi Geografis. Jurnal Pasir Laut, Vol.3, No.1,
Juli 2007 : 27-45.
Resume oleh : Hanifah (26010212110032)
